Sabtu, 03 November 2012

MUSIK DAERAH




  1. Ragam Musik Tradisi Daerah
Menurut keberadaannya, musik daerah dibagi menjadi dua jenis, yakni :

  1. Musik Rakyat
Adalah musik daerah yang lahir dan diolah oleh masyarakat desa, hidup dan berkembang di tengah-tengah rakyat biasa dan tersebar sampai ke rakyat jelata. Ciri-ciri musik ini adalah bentuknya yang sederhana dan teknik serta penciptanya tidak dikenal. Temanya mengenai kehidupan sehari-hari rakyatnya. Contoh musik ini saat pernikahan, kematian, panen, membatik, dan sebagainya.

  1. Musik klasik
Musik tradisional klasik ini adalah musik rakyat yang dikembangkan di pusat-pusat pemerintahan lama seperti kerajaan dan kesultanan. Musik ini digunakan saat upacara adat kerajaan. Musik ini adalah musik ciptaan komponis yang sudah tertata dengan aturan yang baku. Seperti pemakaian notasi, syair, cengkok vokal, ritme, danalat-alat yang didasarkan pada konsep tertentu menurut gaya suatu daerah.

  1. Fungsi Musik

Umumnya musik berfungsi sebagai sarana hiburan, namun bukan hanya sekedar sebagai sarana iburan saja, juga sebagai sarana upacara ritual adat, dan sebagai media permainan. Contohnya sebagai media permainan adalah lagu Cublak-Cublak Suweng(Jawa Tengah), Ampar-Ampar Pisang(Kalimantan), dan Pok Ame-Ame(Betawi).
Bunyi-bunyian juga merupakan musik daerah, misalnya irama kentongan, bedug, lonceng, dan alat musik sederhana yang sering dipakai untuk memberitahu warga jika terjadi bencana alam, pencurian, atau musyawarah desa. Akan tetapi iramanya berbeda-beda menurut peringatan yang disampaikan.


  1. Tokoh Musik dan Komposisi Daerah

Berikut ini tokoh musik daerah dan sumbangannya terhadap kesenian daerah :
  • Musik gamelan Sunda dengan notasi da-mi-na-ti-la, oleh Raden Mahyar Angga Koesoemadinata, juga Koko Koeswoyo
  • Angklung Sunda dengan tanggan nada diatonis (do-re-mi-fa-sol-la-si) oleh Daeng Soetikna.
  • Gamelan Jawa dengan sistem sariswara oleh K. H. Dewantara dan KI Nartosabdo.

  1. Bentuk Instrumen

Instrumen musik daerah banyak macamnya. Misalnya seperti bentuk tabung contohnya calung, angklung, kentongan, suling, dan guntang. Bentuk bilah contohnya gambang, kolintang, saron, dan gender. Bentuk pencon contohnya bonang, trompong, kromong, talempong, totobuang, dan kangkanong.

  1. Unsur-Unsur Musik

A.                            Irama
  1. Sifat Nada
Nada adalah suara terpilih yang terdengar enak. Nada memiliki sifat-sifat sebagai berikut :
  1. Tinggi Nada (PITCH);
  2. Panjang nada;
  3. Intensitas nada;
  4. Warna nada.





  1. Tangga Nada
Tangga nada terdiri dari nada-nada yang bertingkat. Jarak nada yakni ½, 1, ½, dan 2. jarak ini menentukan kemungkinan nada dan jenis tangga nada. Ada dua macam tangga nada yaitu :
  1. Tangga Nada Diatonis
Terdiri dari 7 buah nada yang berjarak 1 dan ½ nada. Tangga nada ini dibagi dua macam : diatonis mayor dan diatonis minor.
  1. Tangga Nada Pentatonis
Terdiri dari 5 nada. Tangga nada ini dibagi menjadi dua jenis pelog dan slendro.

  1. Pola Irama
Pola irama terbentuk dari berbagai bunyi ritmis dan melodis.

  1. Birama
Merupakan pengelompokan ketukan menjadi beberapa hitungan. Tanda birama yang kita kenal antara lain 2/4, ¾, 4/4, 6/8, dan sebagainya. Dalam penulisannya tiap kelompok diberi garis pembatas yang dinamakan garis birama.

B.     Syair
Syair adalah simbol bahasa yang digunakan dalam mengekpresikan perasaan untuk mempermudah pendengar dalam mencerna karya musik.

  1. Sajak Syair
Sajak syair bervariasi yakni bersajak sama (aaaa, bbbb), bersajak selang (abab), bersajak peluk (abba), atau bersajak patah (abcb, aaba).
  1. Bentuk syair
  1. Syair terikat, syair ini biasanya berbentuk pantun.
  2. Syair bebas, syair ini bergerak bebas dan tidak punya pedoman dalam penyusunannya.


C.     Instrumen Musik

1.      Instrumen melodis, alat musik yang digunakan untuk memainkan nada atau melodi pada sebuah lagu. Contohnya : rebab, angklung, kolintang, gambang, talempong, sasando, kecapi, siter, srunai dan suling.

2.      Instrumen ritmis, alat musik yang memberikan irama tertentu dalam pergelaran musik. Contohnya : gong, kempul, kethuk, kenong, kendang, marwas, dan tifa.

Pada musik gamelan pengelompokan instrumen menurut fungsinya :
  • Pemimpin irama : kendang;
  • Pemangku irama : ketuk, kenong, kempul, gong dan kempiang;
  • Pemimpin lagu : barung(bonang besar);
  • Pemangku lagu :demung, slenthem;
  • Pemangku yatmaka : gender, gambang dan celempung;
  • Pembuka jenis nada : rebab;
  • Peramai suasana : sitar, suling, keprak dan kecer.

Berikut ini unsur-unsur musik yang lainnya :

1.      Melodi, yaitu rangkaian sejumlah nada atau bunyi berdasarkan perbedaan
tinggi rendah atau naik turunnya.
2.      Irama atau Rytme, yaitu gerak teratur karena munculnya aksen secara tetap.
3.      Birama, yaitu bagian pendek-pendek dari suatu lagu yang telah mempunyai irama lengkap. Bagian-bagian dari birama antara lain :
a.       Garis birama : ada dua macam garis birama, yaitu :
·         Garis birama tunggal : berfungsi untuk membatasi jumlah ketukan. 
·         Garis birama ganda  : berfungsi untuk memulai dan menutup lagu.
b.      Tanda birama : tanda birama berbentuk angka pecahan ( 2/4, ¾, 4/4, 6/8), pembilang menunjukkan banyaknya ketukan dalam satu birama, sedangkan penyebut menunjukkan not yang nilainya satu ketukan.
Contoh : Tanda birama 4/4, artinya Dalam satu birama ada 4 ketukan, dan not ¼
( ) nilainya satu ketukan.
4.      Harmoni, yaitu keselarasan paduan bunyi.
5.      Tempo.
Yaitu cepat lambatnya suatu lagu dinyanyikan. Ada tiga jenis tanda tempo, sebagai berikut :
  • Tempo lambat             : Largo (lambat), adagio ( lambat penuh perasaan), grave (khidmat).
  • Tempo sedang             : Andante (sedang, secepat orang berjalan), Moderato(sedang),
  • Tempo cepat                : Allegro (cepat), Mars (secepat orang berbaris).

6.      Dinamik
Yaitu keras lembut lagu dan perubahannya. Tanda dinamik dibagi menjadi tiga macam :
  • Lembut            : Piano (p = lembut), Pianissimo (pp = sangat  lembut).
  • Sedang            : Mezzo piano (mp = sangat lembut), Mezzo forte (mf = setengah keras).
  • Kuat                : Forte (f = kuat), Fortissimo (ff = sangat kuat).









Musik Daerah Setempat

A.    Pengertian Lagu Daerah

            Lagu daerah adalah jenis lagu berdasarkan atas budaya dan adat istiadat dari suatu daerah tertentu. Di dalamnya terkandung makna, pesan untuk masyarakat serta suasana/keadaan masyarakat setempat, dan bahasa yang dipakai adalah bahasa daerah setempat.

B.     Ragam Lagu Daerah

Di Nusantara terdapat lagu-lagu daerah yang berdasarkan budaya dan adat istiadat daerah masing-masing. 
Di anataranya sebagai berikut :
  1. Lagu daerah asal Jawa
a.       Betawi            :           Kicir-kicir, Jali-jali, Wak-wak Gung, Lenggang Kanggkung, Surilang.
b.      Jawa Barat      :           Bubuy bulan, Manuk dadali, Cing cangkeling, Es lilin, dll.
c.       Jawa Tengah dan Yogyakarta     : Lir-ilir, Cublak cublak suweng, Gundul-gundul pacul, Gambang suling.

  1. Lagu daerah asal Sumatera
a.       Nangroe Aceh Darussalam     : Bungong Jeumpa, dll.
b.      Sumatera Utara                       : Butet, Tading Maham, Rambadia, Tudung Periuk, Sigulempong, Alusi Au, Nasonang Do Hitana Dua
c.       Sumatera Barat                       : Tudung Saji, Laruik Sanjo, Kambanglah Bungo,  Mak Inang, dll.
d.      Riau                                         : Timang-Timang, dll.
e.       Sumatera Selatan                    : Gending Sriwijaya

  1. Lagu daerah asal Sulawesi
a.   Sulawesi Selatan     : Anging Mamiri
b.      Sulawesi Utara        : Miara Si Luri, O Ina Ni Keke

  1. Lagu daerah asal Kalimantan
a.       Kalimantan Selatan : Ampar-Ampar Pisang
b.      Kalimantan Barat    : Cik-Cik Periuk
c.       Kalimantan Tengah : Tumpi Wayu

  1. Lagu daerah asal Bali dan Nusa Tenggara
a.       Bali                          : Janger, Macepet-cepetan, Cening Putri ayu
b.      Timor                       : Potong Bebek Angsa

  1. Lagu daerah asal Maluku dan Papua
  1. Maluku                  : O Yepo, Sarinande, Kole-kole, Lembe-lembe, Hura-hura cincin, Buka Pintu, Sayang Dilale, Hela Rotane.
  2. Papua                    : Apuse, Yamko Rambe Yamko

C.     Fungsi Lagu Daerah
Musik daerah berfungsi sebagai :
1.      Pengungkapan ekspresi kehidupan masyarakat daerah tertentu;
2.      Menggambarkan suasana atau keadaan daerah setempat;
3.      Sebagai sarana hiburan bagi masyarakat daerah setempat;
4.      Sebagai pengiring pada upacara adat;
5.      Untuk upacara  ritual keagamaan masyarakat setempat.









A.    ARANSEMEN

1.      Pengertian Aransemen
            Aransemen berasal dari bahasa Belanda Arrangement, yang artinya penyesuaian komposisi musik dengan suara penyanyi atau instrumen musik yang di dasarkan atas sebuah komposisi yang ada sehingga esensi musiknya tidak berubah. Orang yang melakukan aransmen lagu dikenal dengan sebutan Arranger atau peng-aransmen.

2.      Macam-macam Aransmen

a.       Aransmen Vokal
Setiap lagu dapat disusun aransmen khusus vokal, yaitu dalam dua suara, tiga suara, empat suara. Untuk menyusun aransmen vokal, yang paling mudah adalah menyusun atransmen lagu dalam dua suara.
b.      Aransmen Instrumen
Untuk menyusun aransmen ini harus disesuaikan dengan alat musik yang digunakan. Semakin lengkap alat musiknya, semakin banyak kemungkinan variasi yang diciptakan. Untuk menyusunnya, kita harus berpedoman pada pengetahuan ilmu harmoni dan akord. Bagian-bagian dari suatu aransmen musik dikenal dengan istilah Partituur.
c.       Aransmen campuran
           Campuran aransmen vocal dan instrumen. Teknik yang dilakukan adalah menggabungkan dua jenis arransmen yang telah ada. Dalam aransmen campuran umumnya yang ditonjolkan adalah vokal. Untuk mengendalikan keseimbangan dalam menampilkan aransmen yang telah disusun diperlukan seorang pemimpin yaitu dirigen atau conductor.

B.     Teori Dasar Musik
1.      Nada
Nada adalah bunyi yang teratur, artinya memiliki bilangan getar (frekwensi) tertentu dalam tiap detik. Sifat nada adalah tidak dapat dilihat, akan tetapi hanya dapat didengar (audio).
 Berikut adalah istilah-istilah dalam nada :
1.      Tinggi rendah nada atau pitch
2.      Panjang nada atau durasi
3.      Kuat nada
4.      Warna nada
2.      Notasi
            Notasi adalah sistem penulisan simbol dalam mewujudkan suatu lagu. Ada dua jenis notasi, yaitu :

a.       Notasi angka
Notasi angka adalah penulisan lagu yang menggunakan simbol angka.
1          2          3          4          5          6          7
do        re         mi        fa         sol        la         si
Notasi angka ditemukan orang Perancis yang bernama Guido D Arezzo (990 – 1050).

b.      Notasi balok
Adalah simbol untuk menyatakan tinggi rendahnya suara dalam bentuk gambar. Penulisan notasi balok diletakkan pada sangkar nada, yaitu lima garis sejajar yang sama jaraknya. Jarak antara garis yang satu dengan yang lainnya disebut spasi.
3.      Tanda diam
Tanda diam adalah simbol yang menyatakan berapa lama dalam berhenti.
4.      Tanda kunci
            Tanda kunci berfungsi untuk menunjukkan letak titinada pada garis paranada. Ada tiga macam tanda kunci, yaitu :
1.      Kunci G ( Treble clef/kunci treble )
Tanda kunci G adalah tanda yang menunjukkan dimana letak nada G pada garis paranada. Letak nada G pada garis paranada adalah pada garis ke dua.



2.      Kunci C
Ada lima bentuk kunci C yang masing-masing menunjukkan dimana nada do berada. Ke lima kunci C tersebut adalah sebagai berikut :
·         Kunci C Sopran;
·         Kunci C Mezzosopran;
·         Kunci C Alto;
·         Kunci C Tenor;
·         Kunci C Bariton.

3.      Kunci F ( Bass clef/kunci bass )

4.      Tanda Kromatik
Adalah tanda yang berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan nada ½ tingkat lebih tinggi atau lebih rendah. Tanda-tanda kromatik pada not balok ditulis tepat di depan kepala titi nada. Macam-macam bentuk serta fungsinya adalah sebagai berikut :
  1. Nada yang mendapat tanda kres, simbol nadanya ditambah is, dan apabila
mendapat tanda dobel kres ditambah is is.
  1. Nada yang mendapat tanda mol, simbol nadanya ditambah es,dan apabila
mendapat tanda dobel mol, simbol nadanya ditambah es es.
  1. Nada yang mendapat tanda pugar, simbol nadanya kembali ke nada
semula/nada asli.
  1. Jika nada yang mendapat tanda mol nada A dan E, simbol nadanya cukup ditambah s saja.

6.   Interval
                        Interval adalah jarak antara nada yang satu dengan yang lainnya.





Musik Daerah Nusantara
A.    PENGERTIAN DAN CIRI-CIRI MUSIK DAERAH
1.      Pengertian Musik Daerah
Musik daerah adalah musik yang berdasarkan atas budaya dan adat istiadat dari suatu daerah tertentu. Fungsinya selain sebagai sarana untuk mengungkapkan perasaan dan kebiasaan yang terjadi di daerah tersebut, musik daerah juga digunakan untuk kegiatan upacara daerah oleh masyarakat setempat.
2.      Ciri-ciri musik Daerah
Ciri-ciri musik daerah antara lain :
a.      Mengandung suatu makna
b.      Memuat pesan untuk masyarakat suatu daerah
c.      Menggambarkan suasana suatu daerah
d.     Menggunakan bahasa daerah
e.      Irama dan melodinya bersifat sederhana.
B.     MENGENAL BEBERAPA MUSIK DAERAH NUSANTARA
Berikut ini beberapa contoh musik daerah yang ada di Nusantara.
1.      Musik  daerah Nanggroe Aceh Darussalam
Jenis alat musik yang banyak digunakan adalah rebana, gambus, harubab, gedumba, marwas, bangsi/seruni (seruling). Dari beberapa alat musik tersebut yang berfungsi sebagai melodi adalah bangsi/seruni, sedang alat musik yang lain berfungsi sebagai ritmis.


2.      Musik Tradisonal dari Daerah Sumatera Utara
a.       Tata Ganing atau Gondang
Alat-alat musik yang digunakan adalah :
a.       Gong
b.      Gerantung, yaitu alat musik pukul semacam gambang
c.       Tanggelong atau nungneng,
d.      Suling dengan nama seperti salodap, salonat, sordam dan tarafair.
e.       Arbab, hasapi, hapetan dan kulcapi.
b.      Gondang Sambilan
Gondang sambilan adalah musik daerah Sumatera Utara yang berbentuk ansambel gendang (drum), merupakan cirri umum musik di daerah ini. Alat musik yang digunakan dalam ansambel gondang sambilan adalah :
1.      Sembilan buah gendang besar (gondang) yang memiliki ukuran berbeda-beda;
2.      Sekelompok gong yang memiliki kecil hingga besar;
3.      Sepasang timbal;
4.      Serunai
3.      Musik Nusantara daerah Nias
Musik daerah nias terdiri empat atau tiga nada dalam satu oktaf. Alat musiknya:
a.       Gong dengan berbagai ukuran.
b.      Lagiya atau semacam rebab
c.       Koko atau semacam kecapi atau celempung
d.      Gendang yang panjang 3M dengan nama tamburu, gendera, cucu, fodrahi dan tabunara
e.       Garputala
f.       Sigu mbawa atau surune mbawa (seruling)
4.      Musik Tradisonal dari daerah Sumatera barat
Musik daerah dari daerah Sumatera Barat adalah Talempong. Ada dua jenis talemponga yaitu :
a.       Talempong duduk
Talempong ini dimainkan dengan cara duduk di atas alas. Biasanya dimainkan oleh anak-anak gadis.
b.      Talempong pacik
Talempong jenis ini dimainkan dengan cara dijinjing menggunakan ibu jari. Biasanya dimainkan oleh kaum pria.
·        Alat musik yang dipakai dalam musik talempong adalah :
·        Alat musik perkusi                  :  gendang, rebana, ketipung, gong dan talempong
·        Alat musik tiup                       :  bansi, saluang, puput tanduk, puput batang padi, serunai dan seruling
·        Alat musik pendukung            :  biola, terompet, gitar

5.      Musik Daerah Daerah Jawa Barat
a.       Angklung
Angklung berasal dari Jawa Barat yang terbuat dari bambu.  Dalam sejarah, musik angklung dikenal dan digunakan oleh masyarkat Sunda-Jawa Barat sejak abad XVI, sebagai alat tabuh daerah yang dipakai untuk ronda, pesta, kegiatan yang lain yang ada di masyarakat Sunda. Pada tahun 1928 Daeng Sutigna mengubah tangga nada pentatonis menjadi tangga nada diatonis.


b.      Calung
Adalah jenis musik daerah yang berasal dari Jawa Barat. yang semuanya terbuat dari bambu. Cara memainkannya dengan cara dipukul. Alat musik tersebut menggunakan bilahan bambu yang dinamakan keprak.
6.      Musik Daerah Daerah Betawi
a.       Gambang Kromong
Musik daerah ini merupakn perpaduan antara musik gamelan dengan musik barat yang menggunakan tangga nada pentatonis (tionghoa). Alt musik yang digunakn adalah : gambang, rebab dan biola.Kebanyakan syair lagunya berisi sindiran dengan pantun yang indah yang di bawakan secara berpasangan. Gaya khas dalam pembawaan lagu adalah bersifat humoris, gembira dan fleksibel. Contoh lagu yang populer dalam musik gambang kromong adalah Jali-Jali.
b.      Musik Tanjidor
Tanjidor adalah sekelompok pemusik yang memainkan alat-alat musik logam yang tak bernada seperti  tambur besar, terompet. Musik Tanjidor biasanya digunakan pada upacara perayaan di desa atau pesta rakyat.
7.   Musik Daerah Jawa Tengah, Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta
Musik Daerah daerah Jawa Tengah, Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta adalah gamelan yaitu seperangkat alat musik yang terdiri dari  : saron, rebab, bonang, kendang, gender, gong. Tangga nada yang digunakan adalah tangga nada pelog dan slendro.Notasi gamelan yang menggunakan tanggad nada slendro memiliki 6 titi nada, yaitu : 1-2-3-5-6, sedangkan tangga nada pelog memiliki 7 titi nada, yaitu : 1-2-3-4-5-6-7.

8.   Musik Daerah Daerah Kalimantan
Di antara musik daerah daerah Kalimantan adalah Orkes Karawitan Banjar. Alat-alat musik yang digunakan dalam musik daerah ini antara lain : rebab, gambang, gender, gendang dan suling diagonal.
9.   Musik Daerah Daerah Sulawesi Selatan
Sulawesi Selatan memiliki musik daerah yang dinamakan dengan nama gendang bulo. Alat musik yang digunakan dalam musik ini antara lain :gendang, keso, hobo, atau puwi-puwi, basing-basing, popondi atau tolindo, dan kecapi
10.  Musik Daerah Daerah Papua
Alat musik yang ada di Papua banyak berasal dari Maluku seperti Tifa, rebana, rebab dan gong. Alat musik yang ada di Papua adalah genderang yang dihiasi dengan pahatan dan sekakas yang digunakan untuk menarik ikan hiu dalam suatu perburuan di laut.




1 komentar:

  1. terima kasih! :)) semoga bermanfaat,
    postingannya lengkap sekali. two thumbs up (y)(y)

    BalasHapus